Polda Kalbar menegaskan kematian Rokib (37), adik Wakil Wali Kota Singkawang bukanlah akibat duel dengan pihak kepolisian, melainkan karena terjatuh. Hal ini disampaikan melalui rilis resmi surel Polda Kalbar kepada Tribunpontianak.co.id.
“Yang bersangkutan berupaya melarikan diri saat tertangkap tangan hendak membobol rumah, dan kemudian jatuh dari lantai atas,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Brigadir Jenderal Polisi Arief Sulistyanto melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Ajun Komisaris Besar Polisi Arianto, Jumat (7/8/2015).
“Personel satuan Reskrim Polres Singkawang juga sempat melakukan pengembangan kasus lain terhadap Rokib dan rekannya, terlibat kasus pembobolan sebuah rumah dan Curanmor di wilayah Polsek Singkawang Tengah,” jelas Arianto.
Arianto menekankan, tidak ada kontak fisik antara polisi dengan Rokib. Rokib terjatuh saat berupaya melarikan diri, ketika kedapatan menaiki tangga. Awalnya, kata Arianto, ketika personel Satuan Reskrim Polres Singkawang tengah melakukan patroli, Kamis (6/8/2015) dini hari.
Saat melewati sebuah jalan, petugas kepolisian melihat seorang pria yang duduk di atas motor di depan DPC PKB Singkawang. “Ketika ditanya, Molis, nama pria tersebut mengatakan menunggu temannya. Tak lama polisi mendengar suara keras dari arah kantor tersebut,” kata Arianto.
Saat polisi mendekati sumber bunyi, dan segera meminta bantuan kepada polisi yang tengah bertugas lainnya karena diduga ada pelaku tindak pidana di rumah tersebut. Molis diamankan oleh petugas polisi lainnya. Sementara itu, seorang personel Satuan Reskrim Polres Singkawang pun mencoba mencegat pelaku pembobol kantor melalui pintu belakang. Rokib sempat terlihat melarikan diri ke lantai atas kantor tersebut.
“Saat itu, petugas langsung menyerukan agar pelaku tidak bergerak dan menyerahkan diri. Mungkin karena terkejut, dan tergesa-gesa pelaku merupaya melarikan diri, seraya melakukan perlawanan, namun terjatuh dari lantai atas tersebut,” paparnya.
Rokib pun terluka serius, ditubuhnya, terdapat tas hitam yang berisi tiga tang pemotong, kunci ring, obeng, sangkur, kunci pas, pencongkel dan tujuh kunci kendaraan roda dua dari berbagai merek.
Lebih lagi, abang kandung Rokib, Toha, yang datang usai penangkapan datang ke tempat kejadian peristiwa. Toha tampak geram dengan tindakan Rokib yang membobol kantor partai, yang nota bene adalah partai abangnya yang menjabat sebagai Wakil Wali Kota Singkawang, Abdul Muthalib.
Toha kemudian memaki korban, bahkan memukul dan menendang Rokib, karena emosi. “Rokib dianggap membuat malu. Polisi lantas memisahkan Rokib dan Toha,” tambahnya.
Karena kondisi Rokib menurun, sekitar pukul 05.00 WIB dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Azis Singkawang, guna dilakukan perawatan dan pengobatan serta dibuatkan Visum Et Repertum. Sedangkan teman pelaku yang bernama Molis diperiksa.
Sebelumnya, Kapolres Singkawang, AKBP Agus Triatmaja juga telah menyampaikan kronologi meninggalnya Rokib. Namun, penjelasan Agus pada Kamis (6/8/2015) itu berbeda dengan pihak Polda. Agus mengatakan kalau Rokib meninggal setelah berkelahi dengan anggotanya.
Pemeriksaan Intensif
Dalam kasus ini, polisi telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi yakni M Maulana, Roni Faisal dan Iyan Daryanto. Penyidik juga telah melakukan penyitaan terhadap barang bukti di Lokasi atau TKP di kantor Sekretariat DPC PKB di jalan Firdaus Singkawang. “Rencana penyidikan selanjutnya, Polres Singkawang melakukan pemanggilan keterangan terhadap Toha dan Patori,” katanya.
Pelaku lainnya, atas nama Molis akan dijerat dengan pasal Primer 363 ayat (1) ke-3, ke-4, ke-5 KUH Pidana Sub Pasal 362 KUHP Pasal 53 KUHP.

